Pagi harinya, setelah kita sarapan dan check-out dari hotel, mulailah perjalanan panjang kita kembali ke Ho Chi Minh City. Estimasi waktu sih sekitar 6-7 jam. Tapi sebelumnya kita mampir dulu ke Datanla Waterfall, wisata air terjun Datanla. Masih di Da Lat.
Dari pintu masuk, sudah terlihat pepohonan rimbun. Guide kita bilang, air terjunnya ada di bawah sana. Waduuhhhh…. kita jalan kaki ke bawah?? ouw..tidakkk….

Pintu masuk Air Terjun Datanla
Pintu masuk Air Terjun Datanla

Dan ternyata emang tidak. Kita bisa naik coaster untuk turun ataupun naik kembali. Coaster?? Iya.. Coaster. Kereennn…
Coaster nya untuk satu orang saja, dan ada tuas remnya di sisi kanan. Jadi kita bisa kendalikan lajunya, pelan atau kenceng. Kenapa ya, pemerintah Vietnam bisa membuat obyek wisatanya jadi menarik, Indonesia??  😦

Kita naik coaster ini dari atas sampe kebawah persis di depan air terjunnya. Saya lupa bayar berapa per orangnya.

Jalur Coaster Datanla Waterfall
Jalur Coaster Datanla Waterfall
Coaster Di Datanla Waterfall
Coaster Di Datanla Waterfall

Sampe dibawah, hawanya seger banget. Air terjunnya juga lumayan gede.

Datanla Waterfall
Datanla Waterfall

Setelah puas main air, kita balik naik ke atas naik coaster lagi. Kalo pas turun tadi, coaster nya lari kenceng, pas naik pelaannn banget. Apalagi bobot kita gede-gede. Wekekek….

Sampe diatas, kita lanjut naik bus lagi capcuss ke HCMC. Sorenya qta nyampe di daerah yang namanya Bien Hoa, kurang lebih 1 jam dari HCMC. Disini kita ketemuan sama temen-temen kerja adek saya yg asli Vietnam. Adek saya kerja di perusahaan mebel ekspor yang salah satu cabangnya ada di Vietnam ini. Kita dinner bareng, and mereka siapin a birthday cake buat saya dan adek saya. Hihihi…. jadi malu 😀

Dirayain dg temen2 adek saya yg org Vietnam
Dirayain dg temen2 adek saya yg org Vietnam

Kelar makan malam, kita melanjutkan perjalanan menuju hotel kita di HCMC. Masih tinggal di hotel yang sama saat kita datang, White Lion Hotel. Langsung istirahat karena capek.

Esok paginya, kita jalan sendiri ke Ben Thanh Market. Kita suruh bus kita jemput pas siang aja. Jadilah kita naik taxi Vinasun, untungnya taxi disana pake Toyota Innova semua, jadi hanya butuh 2 taxi untuk kita semua. Ongkosnya pun murah karena dibagi berlima 😀

Ben Thanh Market adalah pasar terbesar di HCMC. Semua ada disini, mulai oleh2 khas Vietnam, baju Ao Dai, kaos, tas, sampai bahan dapur, makanan, minuman, dll. Saya beli gantungan kunci satu set isi 10 seharga VND 30.000, patung cewek Vietnam pake Ao Dai seharga VND 60.000, kaos Vietnam kualitas baik seharga VND 160,000, kualitas sedang VND 70.000.

Saking semangatnya belanja, smp lupa ga fotoin bagian dalamnya lohh… Cuma bagian luarnya ajah.

Pintu masuk utama Ben Thanh Market
Pintu masuk utama Ben Thanh Market
Ben Thanh Market
Ben Thanh Market

Puas belanja, kita balik ke hotel, packing oleh2, trus check-out hotel. Phong, guide kita sudah menunggu dibawa. lalu kita masukkin koper-koper kita ke dalam bus, dan jalan kaki menuju restoran dekat hotel untuk makan siang. Suasana siang itu mendung.

Kelar makan siang kita lanjut naik bus menuju War Remnant Museum. Saya sebenernya ga terlalu suka museum. Huhuh… Isi museum ini adalah kisah-kisah kekejaman  Perang Vietnam. Cara orang Vietnam bertahan hidup dari gempuran tentara Amerika. Mulai membangun terowongan bawah tanah di Cu Chi, sampai korban-korban senjata kimia, napalm. Kebanyakan korbannya adalah anak-anak kecil. Bahkan ada yang melarikan diri dari Vietnam naik perahu dan terdampar di Pulau Galang di Sabang, Indonesia.

War Remnant Museum HCMC
War Remnant Museum HCMC

Dari museum, kita diajak ke kuil tertua di HCMC. Entah apa namanya. Di kuil ini ada pemandangan menarik. Yaitu Sarang Permohonan. Jadi tiap-tiap sarang diisi tulisan permohonan, dan kemudian digantung diatap kuil.

Permohonan di Kuil HCMC
Permohonan di Kuil HCMC
Kuil di HCMC
Kuil di HCMC

Dari kuil, kita menuju City Hall. didepannya ada patung Uncle Ho. Tapi kita ga sempat masuk, karena keburu hujan dan mepet dengan waktu keberangkatan kita kembali ke Indonesia. Sampai di bandara, kita tangis-tangisan berpisah sama si Phong, our guide selama di Vietnam.
Pas check-in, antriannya lumayan panjang. Lamaaaaaaaaa banget petugasnya, sampe kita hampir telat check-in. Wew….
Untungnya ga sampe ketinggalan pesawat. Jam 19.40 pas, kita take-off kembali ke Jakarta.

Tan Son Nhat Airport
Tan Son Nhat Airport
Inside Tan Son Nhat Airport
Inside Tan Son Nhat Airport
Waiting Lounge di Bandara HCMC
Waiting Lounge di Bandara HCMC

Nyampe Jakarta, perjalanan belom kelar. Kita musti nginep lagi di Soetta semlm alias mbambung 😀
Karena pesawat kita ke Surabaya adalah penerbangan pertama keesokan harinya, jadilah kita keleleran di Soetta. Tidur diatas trolley sambil duduk…..

So, besoknya kita pulang ke Surabaya pagi-pagi banget. Nyampe Surabaya jam setengah 8 pagi. Home Sweet Home…..

It was my first trip abroad. The end. 🙂

Advertisements