Pagi ini, kita check-out dari AP Hotel di Nha Trang menuju Da Lat, daerah pegunungan di south region Vietnam. Perjalanan memakan waktu sekitar 4 jam. Pemandangannya bagus, ijo, dan sejuk. Ada air terjun di pinggir jalan raya.

Air terjun di pinggir jalan raya persis
Air terjun di pinggir jalan raya persis

Sebelum masuk Da Lat, kita makan siang dulu di resto Nha Toi. Ada masakan satu, pare isi daging berkuah. Wuihh, laper… Begitu masuk mulut, iihhh, nggak enakkkk….. Hoeekkk…. Ini makanan paling nggak enak yang pernah aq makan. Hiiii….

Resto Makan Siang di Da Lat
Resto Makan Siang di Da Lat

Dari sini, kita lanjut ke Da Lat. Berhubung hari masih siang, kita nggak ke hotel dulu. Kita diajak keliling kota. Bangunan di kota ini masih berarsitektur Perancis asli, terawat dengan baik. Jadi ga berasa kalo kita lagi di Vietnam.

Suasana Da Lat
Suasana Da Lat

Ada danau gede banget pas di pusat kota. Biasa dipake beraktivitas warga maupun turis. Jangan ngebayangin kaya danau2 di Indo yang sering dipake berjualan sembarangan plus sampahnya yang ikut dibuang didalamnya. Danau ini bersiiihhh dari sampah dan orang berjualan. Lebih banyak dipake jogging dan bersepeda keliling danau. Kalo buat berjualan, ada areanya sendiri.

Da Lat Lake
Da Lat Lake

Suasana Da Lat

Pertama kita dibawa ke sebuah tempat bernama “Crazy House”. Ini adalah rumah yang dibangun oleh anak perempuan pejabat tinggi di Vietnam pada jamannya. Saat itu, hanya dia yang bisa bersekolah arsitektur di Perancis. Sepulang dari sana, dia membangun proyek pertamanya ini dengan idealismenya sendiri. Bisa dibilang, karya masterpiece-nya hasil bersekolah di LN (makan tuh cap LN!) 😀

Inside Crazy House
Inside Crazy House

Setelah jadi, rumah kebanggaannya itu bukannya dipuji warga Da Lat, tapi malah dicemooh. Karena, selain merusak pemandangan sekitar yang kental nuansa Perancis yg indah dan megah, rumah ini keliatan “ancur” bentuknya. Ga salah juga sih. Saat saya masuk, bener deh ampun ancurnya. Saya sendiri hanya berkeliling sebentar didalam. Ada banyak kamar yang didekor sesuai namanya. Misal Bear Room, Termite Room, Ant Room, dll.

Rooms For Rent  -_-"
Rooms For Rent -_-“
Saya Ogaahhh Nginap Disini :D
Saya Ogaahhh Nginap Disini 😀

Bahkan sempat nyasar loh. Pusiiing saya liatnya. Saya langsung keluar, duduk-duduk di teras dekat pintu keluar. Ngelu 😀

Kelar, kita menuju Dinh Bao Dai. Rumah peristirahatan keluarga raja terakhir yang berkuasa di Vietnam. Dinh = rumah, Bao = emperor/raja, Dai = nama si Raja.

Rumahnya sih bentuknya seperti rumah tahun 50-an, belom berasa Perancisnya. Masih terawat dengan baik pula. Masuk sini, kita harus pake kaus kaki khusus yang disediakan di pintu masuk. Jadi ga boleh langsung masuk, untuk menjaga keaslian gedung ini.

Kaos Kaki Khusus, harus dipake selama di dalam Dinh Bao Dai
Kaos Kaki Khusus, harus dipake selama di dalam Dinh Bao Dai
Interior Dinh Bao Dai
Interior Dinh Bao Dai

Setelah ini, baru kita diantar ke hotel untuk check-in hotel. Kita nginep di hotel Fortune. Kelar beres-beres dan mandi, kita diajak ke danau sama si Phong. Ada dua option : naik sepeda tandem atau jogging keliling danau. Saya pilih sepeda aja. Hihihi…. Harga sewanya sekitar VND 20.000 kalo ga salah, saya lupa. Ini baru pertama kali saya naik sepeda tandem, adek saya nggak mau naik didepan. Apa daya, ya akhirnya saya yg didepan. Curang…. 😀

Teman Saya Naik Sepeda Tandem
Teman Saya Naik Sepeda Tandem
Danau Di Da Lat
Danau Di Da Lat

Rame2 sama teman-teman yg laen, kita bersepeda bareng. Kayanya danau ini jadi rame karena suara kita, yang kata Syahrini : cetarrr membahana. Mbrebeki Da Lat. Hahah….

Kelar bersepeda, naga-naga di perut kita menjerit lapar. Dinner dulu, kali ini di hotel saja. Disediain makanan yang namanya Lau. Cara makannya kaya Suki yang sudah lumayan dikenal di Surabaya. So, dinner nya No Complaint! Enak. Heheh… kita juga mencicipi anggur lokal Da Lat. Oh ya, Da Lat juga dikenal dengan minuman anggurnya loh.

Dinner Di Hotel
Dinner Di Hotel

Habis itu kita balik ke kamar masing-masing. Menyiapkan tenaga buat besok naik gunung. (Bahasanya sih naik gunung, padahal…. :D)

To be continued in Part 6

Advertisements