HCM Central Post Office
HCM Central Post Office

Ini adalah hari kedua kita di Vietnam. Selama disini, itinerary kita padat banget. Karena banyak yang mau kita kunjungi. Meskipun pake jasa travel, tapi tetap kita yang nentuin kita mau kemana. Jadi travelnya hanya meng-arrange jadwal yang pas. Yang nge-guide kita bukan Ms. Ai Van. Karena kebanyakan dari kita adalah cewek, Ms. Ai Van ngasih kita guide cowok (walaupun supirnya juga cowok). Namaya Nguyen Phong, panggilnya Phong saja. Agak jaim orangnya :D. Pagi-pagi dia datang nyamperin kita di hotel, kelar sarapan kita cabut, sekalian check-out. Exploring Vietnam shall begin!

Jalanan di Ho Chi Minh City (HCMC) ini mirip sama keadaan di Surabaya ato Indonesia, penuh sesak dengan sepeda motor! Tapi bedanya, disini mereka jalan pelan-pelan, ga kaya di Surabaya yang pada suka ngebut dan main serobot aja (termasuk saya :D). Kendaraannya pun serba jadul, kecuali mobil. Mobil disini nggak ada yang butut.

Jalanan di HCMC
Jalanan di HCMC
Landmark HCMC
Landmark HCMC

HCMC ini termasuk kota besar, tapi liat kondisi kelistrikannya :

Kabel Ruwet
Kabel Ruwet

Sereemmm 😀

Pertama diturunin di Central Post Office. Berupa bangunan kuno ala Perancis tapi sudah dipugar dan keliatan banget kalo well-maintenanced. Begitu masuk ke dalam, langsung keliatan foto gede Uncle Ho diujung ruangan (Ho Chi Minh adalah nama pahlawan yang paling dikenal dan dikagumi di Vietnam). Disekitarnya banyak stall yang berjualan souvenir. Ada pula box telepon umum dari kayu yang nampak kokoh.

Inside HCM Central Post Office
Inside HCM Central Post Office
Box Telepon Umum
Box Telepon Umum

Tepat didepan Post Office ini, terdapat gereja yang usianya tak kalah tua. Ini adalah sebuah katedral.

HCM Notre Dame Cathedral
HCM Notre Dame Cathedral
Inside The Cathedral
Inside The Cathedral
Inside The Cathedral
Inside The Cathedral

Tour dilanjutkan menuju daerah Cu Chi. Agak jauh dari HCM. Tempat Ïиï adalah saksi bisu sejarah Perang Vietnam di tahun 90-an. Sebenarnya saya nggak terlalu suka dengan wisata sejarah. Tapi †αќ apalah, toh cuma sehari. Cu Chi adalah areal hutan yang dulu digunakan pejuang Viet Kong untuk bersembunyi dan menghindari sergapan tentara Amerika. Jadi disini terdapat banyak sekali terowongan kecil yang terhubung di bawah tanah.

Terkenal dengan sebutan Cu Chi Tunnels.

Sebelum Masuk Ke Tunnels
Sebelum Masuk Ke Tunnels

Pintu masuk ke terowongan dibuat sangat kecil. Hanya seukuran orang Vietnam yang perawakannya emang kecil-kecil. Kemudian ditutup dengan pasir sehingga tidak terlihat oleh tentara Amerika. Di bawah tanah sana, dibangun rumah sakit sederhana, dapur umum, dan barak pengungsian yang langsung tembus ke sungai. Sekarang sih sudah digali, dari atas pun bisa dengan mudah terlihat. Baunya apek dan anyir.

Cukup nggak loe masuk?? :D
Cukup nggak loe masuk?? 😀
Setelah Digali, Jadi Gedee :D
Setelah Digali, Jadi Gedee 😀
Tunnels Map
Tunnels Map
Bom Yang Dulu Dipake :(
Bom Yang Dulu Dipake 😦

Ada juga lubang jebakan yang nggak kebayang gimana kalo kita yang terjerembap ke bawah. Wew…

Fish Trap
Fish Trap
See Saw Trap
See Saw Trap
Dulunya Bunker Bawah Tanah
Dulunya Bunker Bawah Tanah

Kita juga dapet snack selama di Cu Chi, yaitu ketela alias pohong goreng. Mereka bilang sih itu makanan tradisional mereka (dikira cuma ada di Vn doang apa? Di Indo juga ada kaliii! :D). Hihihihihhh….  Ada oma-oma yang langsung ikut nimbrung dan ngoceh-ngoceh nggak jelas dengan bahasanya sendiri. Entah darimana tuh si Oma, pake main samber aja tuh ketela gorengnya. Kalo ngga orang Jepang, ya orang Korea kayanya. Nggak ngerti bahasanyaaaa -_-”

Yang Pake Baju Pink Ini Si Oma Geje :D
Yang Pake Baju Pink Ini Si Oma Geje 😀

Ok, Oma…. See you later! 😀

Setelah keliling area Tunnels, kita makan siang didekat sana. Restoran terapung di pinggir sungai.
Ini nih menunya :

Rasanya Nggak Enak Poolllll :D
Rasanya Nggak Enak Poolllll 😀

Yang putih lembaran itu namanya rice paper. Diisi dengan potongan daging dan sayuran, lalu digulung dan dicocol sambal mirip petis dicampur dengan potongan nanas. Sambalnya soooo fishy. Nggak enak polll :D. Menurut saya, makanan disini tuh yang paling nggak enak selama saya di Vietnam.

Lunch done, kita lanjut perjalanan panjang ke Phan Thiet. Sekitar 3 jam. Di jalan, kita dinner dulu, baru kemudian check-in di Binh Minh Hotel. Nyampe hotel sudah gelap. Hotel kita di Phan Thiet ini tergolong gede untuk ukuran bangunan di Vn, tapi nggak sebersih seperti di HCMC. But it’s just for sleeping, right? 😀

Tampak Depan Hotelnya
Tampak Depan Hotelnya

Ok, done for today’s trip.

To be continued in Part 3

Advertisements