Dataran Merdeka

Hari ini (14/10) adalah hari kita terakhir di KL. Begitu bangun pagi, saya langsung melongok ke jendela kamar. Takutnya mendung dan hujan lagi, tiket HOHO kita bisa mubazir dunk. Tapi ternyata cuaca diluar cerah. Sippp….

Jam 9 kita check-out dari hotel, kita jalan kaki sambil bawa koper dan ransel kita yang mulai “beranak” menuju areal belakang hotel. Kita nungguin bus HOHO lagi, tapi nggak ke stop no.6 (Bukit Bintang), melainkan ke stop no.7 ( Jalan Tengkat Tong Shin). Lebih dekat jaraknya dari hotel kita daripada ke Bukit Bintang. Dari sini, kita berencana ke stasiun KL Sentral, nitipin tas kita ke loker dulu, biar nggak repot. Toh, kalo mau balik ke LCCT pun kita masih bakal lewat sini.

Pintu Masuk ke KL Sentral
Pintu Masuk ke KL Sentral

Kalo pertama datang, loker ukuran sedang yang kita sewa cuma 1, kali ini nggak cukup! Akhirnya kita sewa 2 loker ukuran
sedang. Β πŸ˜€ Ini bukti kalo bawaan kita emang “beranak”. Masih ada potensi menggemuk karena tujuan kita di hari terakhir ini adalah Central Market a.k.a Pasar. Sekalian menghabiskan sisa uang Ringgit kita.

Dari KL Sentral kita menuju Istana Negara (masih naik HOHO bus). Photostop bentar.

Istana Negara
Istana Negara
Mejeng di Istana Negara
Mejeng di Istana Negara

Lanjut lagi ke Dataran Merdeka (Merdeka Square / Independent Square). Disini terdapat tiang bendera setinggi 100 m, juga sering digunakan untuk memperingati hari kemerdekaan Malaysia yang jatuh pada tanggal 31 Agustus.

100 Metres Flag Pole at Dataran Merdeka
100 Metres Flag Pole at Dataran Merdeka
Old Town : Sultan Abdul Samad Building
Old Town : Sultan Abdul Samad Building
Dataran Merdeka, 1 Malaysia
Dataran Merdeka, 1 Malaysia
Dataran Merdeka
Dataran Merdeka

Ada spot yang bagi saya sangat menarik di sekitar sini. Yaitu Kuala Lumpur City Gallery. Disini ada tulisan “I β™₯ KL” gede, warna merah. Sangat “fotogenik” πŸ˜€
Begitu ketemu, kita semua langsung narsis ĞΒͺќ ketulungan. Hahahahah…..

I like this spot....
I like this spot….
Berasa Foto Prewed :D
Berasa Foto Prewed πŸ˜€

Puas foto2 disini, kita memutuskan untuk jalan kaki menuju Central Market. Manut sama peta ditangan, kita melawan terik matahari KL. *halah…*

Belakangnya Central Market
Belakangnya Central Market

Menurut peta sih deket Чάά, tapi kalo dijabanin lebih dekettt. Bener deh. Seumpama jalan dari Marriott Sby sampe belok ke Jalan Praban. Hanya saja, kalo dari Dataran Merdeka kita masuk dari bagian samping belakang Central Market, lewat Jalan Hang Kasturi. Jalan ini pun sudah dirombak oleh pemerintah Malaysia. Sekarang lebih dikenal dengan nama Kasturi Walk. Nyaman dan bersih. Di pojokan ada Resto Es Teler 77 nya loh. Β πŸ˜€ Kalo menurut saya sih, mending beli oleh2 disini deh. Lebih murah dan nggak pake nawar ekstrim kaya di Petaling. Harganya fixed, penjualnya lebih ramah pula, nggak sumpek. So, recommended banget tempat Ïиï buat borong oleh-oleh. Mulai dari kaos bergambar KL, gantungan kunci, kerajinan perak, tas, aksesoris cewek.

Pintu Utama Central Market
Pintu Utama Central Market

Satu yang musti dicoba kalo kemari, es krim nya enak (menurut saya sih lazisss…). Entah es krim apa namanya, tapi asli enak. Bentuknya pun unik, nggak di-scoop-in kaya biasanya. Bisa dimix 3 rasa. Waktu itu saya milih rasa durian, vanilla, dan coklat.

Bentuk Es Krimnya Unik, tapi enaakkk
Bentuk Es Krimnya Unik, tapi enaakkk
Stall Es Krimnya di Central Market
Stall Es Krimnya di Central Market

Keluar dari Central Market, kita langsung balik ke KL Sentral. Takut telat berangkat ke LCCTnya. Kita milih naik LRT yang stasiunnya ada persis di depan Central Market. Dari stasiun Pasar Seni ke KL Sentral cuma berjarak 1 stasiun, bayar RM 1. Saya jadi ngiri sama kondisi transportasi disini. Nyaman, aman, murah, dan bersih. Kalo naik LRT, langsung berhenti di dalam KL Sentralnya. Kerennn…..

Stesen LRT Pasar Seni
Stesen LRT Pasar Seni
Jalan Raya di KL yang Muluusss
Jalan Raya di KL yang Muluusss
Stesen KL Sentral : Nyamannnn
Stesen KL Sentral : Nyamannnn

Setelah ambil barang bawaan di loker, kita menata lagi isi tas kita. Makin berat saja. Kita mampir makan di KFC didlm KL Sentralnya. Nggak enakkk πŸ˜€

Nasinya kaya Nasi Basi :(
Nasinya kaya Nasi Basi 😦
Mirip Oriental Bento di KFC Indo
Mirip Oriental Bento di KFC Indo
Tartlet Pie Ini Nyam-nyam
Tartlet Pie Ini Nyam-nyam Dan Nggak Ada Di Indo

Lalu kita menuju basement, cari si merah Skybus yang akan bawa kita balik ke LCCT. Oh Чάά, pas di basement, ada banyak sopir-sopir taxi ato charter yang bakal nawari kita city tour di KL ato shuttle service ke LCCT. Mending sih dihindari saja. Daripada kita kena tipu, bukannya ngirit tapi malah ngorot. Naiklah kendaraan umum saja, lebih terjamin.

Tepat jam 3 sore, bus pun berangkat. Bus umum di KL nggak kaya bus di Indo. Apalagi yang namanya overload, nggak ada sama sekali. Semua pasti kebagian tempat duduk.

Sepanjang perjalanan, saya tertidur. Perjalanannya sekitar 1 jam, lancar jaya. Sampai di LCCT, kita buru-buru drop baggage di counter check-in AA. Berhubung sudah check-in di web, kita nggak diharuskan “setor muka” di counter, hanya yang punya bagasi saja. Efisien dari segi waktu dan kertas. Pas pukul 18.10 waktu KL, pesawat lepas landas. Benar-benar on-time. Like this!

Maklumat Daftar Masuk :D
Maklumat Daftar Masuk πŸ˜€
International Departures
International Departures

Saya sempet liat ini dari atas pesawat AirAsia yang saya tumpangi :

On The Air
On The Air

Pulangnya, di pesawat, si Pooh mesen sandwich tuna.

Tortilla Hot Tuna @ AirAsia AK Flights
Tortilla Hot Tuna @ AirAsia AK Flights

Saya pulang kembali ke Surabaya dengan keinginan bisa mengalami sarana transportasi seperti yang ada di KL. Saya jamin, saya pasti lebih sering menggunakan transportasi umum daripada harus menyetir sendiri kemana-mana, kecuali kepepet. Tapi kapan Чάά??

Anyway, ini trip pertama saya bersama keluarga. My mom and Dad are so happy. Semoga bakal ada trip-trip yang laen bareng2 lagi, tetap naik AirAsia! πŸ˜€

Advertisements