Poslaju Malaysia
Poslaju Malaysia
Pos Indonesia
Pos Indonesia

Ini saya tulis berdasarkan pengalaman yang lalu. Tidak sengaja juga sih, karena saya jarang menggunakan jasa pos plat merah ini.

Start dari kepulangan saya dari Kuala Lumpur dalam rangka liburan bareng keluarga. Karena belanjaan lumayan banyak, saya membawa extra tas di dalam koper. Saya isi dengan baju bersih yang belum saya pakai, jaket, sandal Reebok saya, dan oleh-oleh buat kulkas saya di rumah a.k.a magnet kulkas. ๐Ÿ˜€ Saya keluarkan tas tadi, saya bawa bersama handbag saya. Celakanya, saat check-out di meja resepsionis, saya taruh tas tsb di dekat kaki saya. Dan setelah beres, saya dengan entengnya melenggang keluar hotel tanpa membawa tas tadi. Parahnya lagi, saya tidak ingat perihal tas itu waktu jalan-jalan di seputar KL, sampai akhirnya saya sudah mendarat di Juanda. Begitu pesawat sampai di Surabaya, baru saya ingat tentang tas itu, saya ingat jelas tas tsb tertinggal di lobby hotel. Parah kan???

Tiba di rumah, barulah saya telpon ke hotel. Berhubung sudah terlalu malam, pihak hotel meminta saya menelepon keesokan harinya dikarenakan Lost & Found Dept.nya sudah tutup.

Paginya saya menelepon kembali ke hotel (lumayan juga biaya SLI nya (ห‡_ห‡ูฅ) ). Disambungkan ke bagian Housekeeping. Saya menanyakan perihal tas saya itu, apakah benar tertinggal disana. Dan ternyata memang benar ada disana. Agak lega saya dengarnya. Sekarang tinggal mengurus “kepulangan” tas tsb. Mereka menyanggupi mengirimnya ke alamat saya di Surabaya. Mereka meminta saya mengirimkan email berisi nama dan alamat lengkap saya. Langsung saya kirim saat itu juga. Tidak sampai 1 hari, mereka memberi konfirmasi bahwa mereka sudah mengirimkan tas saya via Poslaju (Kantor Pos Nasional Malaysia) melalui email . Saya diberi nomor resi, jam kirimnya, juga web Poslaju supaya saya bisa men”tracking” kiriman itu. Berdasarkan keterangan di web dan housekeeping hotel, kiriman akan sampai dalam 2-3 hari saja. Lega.

Paket saya dikirim 16/10, diterima sistem Poslaju tgl 17/10. Berarti paling tidak saya sudah terima sekitar tanggal 20an. Tapi sampai tgl 21/10, saya tracking di web, paket saya tidak beranjak dari KLIA (bandara Malaysia). Akhirnya saya mengontak costumer care Poslaju (lagi-lagi via email) menanyakan kenapa item saya kok masih berada di KLIA. Tak sampai setengah jam, ada balasan dari mereka. Wow… Cepat sekali responnya, apalagi waktu itu sudah diluar jam kerja. Hebat, pikir saya. Email pertama itu hanya berisi tanggapan bahwa mereka akan menindak-lanjuti laporan saya secepatnya. Esok paginya saya cek email saya, dan sudah ada email balasan kedua dari Poslaju. Mereka menerangkan bahwa item saya sudah masuk di Indonesia sejak tanggal 19/10. Berarti sudah 2 hari ngendon entah dimana, yang jelas di Indonesia. Karena mereka juga mengirimkan bukti tracking item saya. Saya diminta menghubungi Pos Indonesia untuk memastikan keberadaannya. Paket dikirim dengan nama EMS, kepanjangan dari Express Mail Service

Ok, saya kirim saja email ke alamat yang tertera di website Pos Indonesia, Surabaya MPC. Beralamat di Juanda. Saya tulis panjang lebar, lalu SEND. Tidak lama, saya terima email balasan. Wowww….. what a quick response! Nggak kalah sama Malaysia pikir saya. Hebat juga. Begitu saya buka email tsb, isinya adalah : FAILURE NOTICE. Alias email-nya gagal kirim! Aduh, kok bisa?? Padahal saya copas langsung dari web Pos Indonesia loh. Entahlah, tapi menurut saya Indonesia tercinta ini belom akrab sama yang namanya email. Kenapa nggak dicantumin pin BB sekalian aja?? Pasti dibalas! Heheheh…..

Saya tunggu sampai tgl 23/10, kiriman saya belum juga datang. Padahal di tracking, barangnya sudah otw ke rumah saya. Seberapa jauhkah Juanda-Kebraon? Saya heran. Saya coba terus menelepon keย  Surabaya MPCnya, jarang diangkat. Hanya sekali diangkat, si operator men-tracking barang saya (lagi!), meminta saya menunggu. Saat itu, alasan mereka adalah trackingnya masih loading, lamaaaa. Saya heran kenapa lama sekali loading? Pake modem internet apa ya?? Masak kalah sama speed internet di hape saya?? HSDPA! -_-”

Akhirnya, paket saya terima pada 24/10. Dibungkus dengan plastik transparan putih, lapisan pembungkus aslinya sudah compang-camping. Tapi tidak saya permasalahkan, karena harus melalui bea cukai. Wajar sih menurut saya, apalagi isinya juga utuh, tidak ada yang hilang, walaupun posisinya sudah tidak seperti pertama saya tata dulu.

Bungkusan Tas Saya dari Pos Indonesia
Bungkusan Tas Saya dari Pos Indonesia

Poslaju dan Pos Indonesia sama-sama BUMN, proses pengirimannya juga bisa diandalkan. Tapi yang menurut saya lebih meng”adem”kan hati adalah Poslaju Malaysia karena kemudahan yang saya dapatkan saat mencari informasi mengenai keberadaan barang saya . Meskipun keduanya sama-sama memiliki website aktif dan bisa melakukan tracking, PosLaju lebih unggul. Kenapa? Karena costumer care mereka lebih tanggap dan bisa dihubungi! Saya sempat mengirimkan email dan tak sampai hitungan jam, sudah ada email balasan. Bukankah dalam perusahaan jasa, feedback ke pelanggan adalah hal yang penting? Pos Indonesia harusnya membenahi costumer care service-nya. Saya mencoba menghubungi lewat dua cara, email dan telepon. Ketika memakai cara yang pertama, via email, gagal dikarenakan mail service nya tidak di-maintenance dengan baik atau mungin expired? Entahlah. Saya coba opsi kedua, via telepon yang tertera di web, juga tidak diangkat.

Meskipun demikian, saya tidak kapok menggunakan jasa Pos Indonesia. Kerja mereka sudah bagus, hanya perlu memperbaiki sistem online mereka, baik via email service ataupun sambungan telepon. Apalagi di jaman serba digital ini. Email adalah satu hal yang krusial. ย Sehingga tidak sampai kalah dengan negara tetangga. Tapi saya tidak berharap kalau barang saya tertinggal lagi. Capek ngurusnya… ๐Ÿ˜€
Go Pos Indonesia….. !

Advertisements