Pada bulan Oktober 2012 lalu, saya berkesempatan mengunjungi Malaysia (lagi…), tepatnya Kuala Lumpur, tapi kali ini bersama keluarga. Kita pergi bertujuh sebagai independent travellers. Independent travellers artinya si pelancong jalan-jalan tanpa ikut agen travel tertentu. Jadi kita sendiri yang menentukan rencana perjalanannya. Agak bonek dikit lah, tapi asyik.

Kita beli tiket pesawat AirAsia jauh-jauh hari, bulan Maret. Tiket promo dapat harga Rp 420  ribu per orang. Lumayan terjangkau untuk kantong kita. Sebelum berangkat, kita self check-in di web, lebih mudah dan nggak ribet pas di bandara nanti. Tinggal drop bagasi kita (kalau ada) di counter AirAsia di bandara, beres. Saya juga membeli bagasi dan makanan via web karena harganya lebih murah 30 % , apalagi kita naik penerbangan paling pagi, dengan asumsi kita belom sempat sarapan. Heheheheh…. Saya membeli Frankster Combo seharga Rp 24.900 dan Pak Nasser’s Nasi Lemak Combo seharga Rp 29.900. Combo disini mungkin berarti kita dapat air mineral gelas sebagai tambahan. Saat saya lihat di pesawat sih harga Nasi Lemaknya saja, tanpa air mineral, Rp 39.000. Jadi saya menyarankan beli online saja. Nilai plus lainnya, kita pasti dilayani lebih dulu saat sudah diatas pesawat.

Frankster Combo
Frankster Combo
Nasi Lemak Pak Nasser
Nasi Lemak Pak Nasser

Selain itu, saya banyak-banyak cari info tentang KL di internet. Transportasi, tujuan wisata, hotel, dll. Ingat, knowledge is everything. Dari hasil searching di Google, saya tahu kalau kita bisa berkeliling KL dengan mudah karena terdapat jaringan kereta dan bus terintegrasi yang berpusat di Stasiun KL Sentral, antara lain Monorail untuk menuju pusat kota, LRT, dll. Jangan lupa membuat rencana perjalanan sendiri sehingga waktu tidak terbuang percuma dan lebih efisien. Jadi, buat yang pertama kali travelling ke Malaysia tanpa melalui agen travel pun tak perlu takut atau khawatir soal transportasi disana.

Ada baiknya kita menukar uang kita ke mata uang Ringgit Malaysia (RM) saat kita masih di Indonesia. Karena, saat tiba disana, kita tidak binggung menukar uang di bandara. Rate di bandara terkenal sadis. Di Malaysia, jika kita menukar Rupiah ke RM, ada jumlah minimum, yakni Rp 1 juta. Mereka hanya melayani penukaran Rupiah dalam jumlah tsb, tidak bisa kurang dari itu.

Ringgit Malaysia
Ringgit Malaysia

Pada hari H, kita berangkat pagi buta, jam 4, karena flight kita paling pagi, jam 05.40. Saya senang naik AirAsia karena jadwalnya yang selalu on-time. Tepat jam tersebut kita take-off dari Juanda dan mendarat di LCCT Kuala Lumpur jam 09.10 waktu setempat. Oh ya, jam di Malaysia lebih cepat satu jam daripada Surabaya. Begitu keluar pesawat, kita buru-buru antri di pintu imigrasi. Tertib dan cepat. Saya tidak pernah melihat antrian serapi ini di Surabaya. Setelah mendapat stempel di paspor, saya menuju conveyor belt untuk mengambil bagasi saya. Lalu menuju pintu keluar, mencari Skybus yang akan mengantar kita menuju Kuala Lumpur. Skybus ini bus resmi AirAsia. Kita bisa booking online di web seharga Rp 46.200 p.p atau beli waktu kita naik busnya seharga RM 9 sekali jalan. Perjalanan dari LCCT ke stasiun KL Sentral memakan waktu 1 jam.

Bagian Dalam Skybus
Bagian Dalam Skybus

Begitu sampe di stasiun pusat KL Sentral, saya sempat terbengong-bengong karena kondisinya mirippp sekali sama bandara. Nyaman, teratur, dan bersih. Sangat user-friendly, nggak membingungkan. Disini kita bisa menyewa loker untuk menyimpan tas-tas kita. Harga sewa loker dihitung per closing, artinya sekali kunci. Jadi kalo kita tutup lalu kita kelupaan dan kita buka lagi lokernya, berarti kita harus bayar lagi sesuai harga yang tertera kalo kita mau menutupnya kembali. So, pastikan semua barang bawaan yang hendak kita simpan sudah masuk semua di loker, biar nggak buang duit percuma :D. Loker ukuran kecil harga sewanya RM 10, ukuran sedang RM 15, dan loker paling besar RM 20. Kita sewa yang ukuran sedang, cukup untuk 5 tas ransel.

Stesen KL Sentral
Stesen KL Sentral
Connect ke Dua Hotel Bintang 5!
Connect ke Dua Hotel Bintang 5!
Suasana di dalam Stesen KL Sentral
Suasana di dalam Stesen KL Sentral
Mesin Tiket Kereta (Vending Machine)
Mesin Tiket Kereta (Vending Machine)
Loker yang kita sewa
Loker yang kita sewa

Lalu kita lanjut ke Genting Highlands, lagi-lagi naik bus umum yang nyaman, Go Genting Express Bus. Harganya RM 10.30 sekali jalan, itu harga paket tiket bus dan cable-car. Saya beli p.p biar nggak kehabisan tiket pulangnya. Tepat jam 12.00 bus berangkat, on-time. I like this! 😀

Tiket Bus + Cable-car
Tiket Bus + Cable-car
Go Genting Express Bus
Go Genting Express Bus

Perjalanan ke Genting ditempuh selama satu jam. Jalannya berkelok-kelok, sampai-sampai ayah dan adik saya muntah. Hihihihh…. Enaknya naik bus ini seperti naik bus pariwisata pribadi. Turun pas di pintu masuk skyway. Kalau kita ke Genting, kita wajib naik cable-car (Genting Skyway). Karena ini adalah salah satu yang terpanjang di Asia Tenggara, terbentang sepanjang 3,4 km dan ditempuh selama ±20 menit saja. Satu gondola bisa diisi 8 orang. Sebelum “lepas landas”, ada tukang foto yang bakal motret kita, say cheese! 😀

Pertamanya sih agak ngeri juga, karena gondolanya melalui hutan lebat dibawah sana, tinggi pula. Tapi lama-lama enjoy juga. Saya bisa mengamati pemandangan sekitar. Kalau cuaca pas cerah, kita bisa melihat Kuala Lumpur dibawah sana, tapi kemarin cuaca mendung dan nggak lama kemudian hujan turun cukup deras.

Genting Skyway Lower Station (inside)

Genting Skyway Lower Station (inside)
Genting Skyway Lower Station (outside)
Genting Skyway Lower Station (outside)

Sampai di upper station, kita ditodong dengan hasil jepretan fotografer yang dibawah tadi. Sudah jadi loh. Harganya cukup mahal, RM 35. Tapi dasar turis Чάά, tetep aja dibeli sama mama saya. Lengkap plus pigura bergambar Genting.

Di Genting atas Ïиï, ada indoor dan outdoor theme park. Berhubung cuaca kurang bersahabat dan demi menghemat uang saku, waktu kami habiskan di indoor saja. Alasannya sih yang indoor Ъќ perlu bayar lagi. Apalagi banyak terdapat restaurant disini, kita makan siang di Food Market Genting.

Food Market At Genting
Food Market At Genting

Setelah kenyang, kita lanjut foto-foto dan berkeliling sampai jam bus kita berangkat ke KL Sentral.

Snow World @ Indoor Genting
Snow World @ Indoor Genting
Indoor Genting
Indoor Genting
Indoor Genting
Indoor Genting
Hotel First World
Hotel First World

Jadwal bus kami pk 18.00, tapi karena faktor kemacetan di pusat kota, bus kita baru datang jam 18.40. Sehingga kami tiba di KL Sentral pk 20.30. Fiuuhhh…. Setelah itu kita menuju hotel di area Bukit Bintang. Dari KL Sentral, kita ambil jalan memutar karena stasiunnya sedang dalam tahap perluasan. Naik monorail dari Jl. Tun Sambathan. Untuk sampai ke Bukit Bintang, kita melalui 4 pemberhentian. Turun dari kereta, kita mesti jalan kaki lagi menuju hotel meskipun tidak jauh. Kita menginap di hotel Bintang Warisan, booking via Agoda. Kamar Superior Triple Room yang kami pesan cukup besar. Harga Rp 600 ribuan per malam ( masih dibagi 3 lagi! ). Sayangnya kita harus check-out besok paginya karena kita hanya booking semalam dan besoknya sudah ada yang pesan. Kamarnya cukup bersih, besar, nyaman.

Setelah mandi, kita cari makan di Jalan Alor. Salah satu pusat makanan paling terkenal se KL kali Чάά. Letaknya tepat di belakang hotel kami. Wuiihhh, dahsyat ramenya. Sampe bingung mau makan apa. Kita akhirnya memilih makan sejenis suki, tanpa kuah, sausnya ada 3 macam, asin, manis, dan pedas. Bila dicampur jadi satu : NIKMAT! Buat yang muslim, kudu hati-hati bila makan di daerah ini, karena kebanyakan non-halal.

Bukit Bintang
Bukit Bintang
Food Street Jalan Alor
Food Street Jalan Alor

Kenyang, kita pun memutuskan mencari hotel buat keesokan harinya. Kebanyakan sih penuh karena pas weekend. Akhirnya ada satu hotel di ujung jalan Alor yang masih punya kamar kosong untuk besok. Hotel Nova. Hotel bintang 3 yang baru di-refurbish. Recommended sekali. Kita pilih family suite karena besar, bisa diisi rame-rame. Lega setelah dapat hotel buat keesokan harinya, kita istirahat di hotel. Pulas.

To Be Continued in Part 2

Advertisements