Hari yang sudah kutunggu-tunggu selama 3 tahun terakhir akhirnya datang juga. Iya, saya sudah tahu tentang Nusa Lembongan ini sejak 2009 lalu. Tapi baru bisa kesana tahun ini, gapapa deh :D. Can’t wait….

Pagi-pagi sudah bangun, nyiapin Indomie goreng buat bekal (asline ben ngirit :D). Bawa baju ganti juga. Trus berangkatlah saya dan si Pooh ke Sanur jam 8 pagi naik motor pinjeman. Padahal kapal berangkat baru jam 09.30 WITA. Maklum, masih belom hafal jalan di Bali. Sebelumnya kita cari sarapan dulu di sekitar Sanur. Ada satu warung yang rame banget di sini, Warung Mak Beng. Menu andalannya Sup Kepala Ikan. Antriiii….

Warung Mak Beng
Warung Mak Beng

Berhubung saya ga suka blasss sama yang namanya ikan, kita skip nie warung. Ujung-ujungnya kita sarapan soto ayam Lamongan. Hahahahh… 😀

Kelar sarapan, langsung deh menuju ke counter Rocky di belakang Inna Grand Bali Beach di Sanur. Sampai disana masih sekitar jam 9, nunggu lagi sebentar, kapal datang, nurunin penumpang yang baru balik dari Lembongan, lalu kita boarding ke kapal. Meskipun cuma naik fast-boat, tapi saya merasa naik cruise. Kenapa?? Karena tas saya dinaikkin ke kapal sama awaknya, sandal dikumpulin jadi satu, diberesin pula. Nyaman. Heheheh… Ok, berangkaattt!

Counter Rocky di Sanur
Counter Rocky di Sanur
Rocky fast-boat
Rocky fast-boat

Perjalanan cuma sekitar 30 menit, tapi gludak-gluduk suara dari bawah kapal lumayan keras. Serem juga. Seisi kapal (kurang lebih 30 orang) isinya bule semua, org Indonya cuma saya and Pooh. Wew…

Dari jauh, Lembongan masih terlihat biasa-biasa saja. Begitu mendekat, wahhh, langsung kamera siaga. Bagussssss banget….. Air di bawah kapal sebening air di kolam renang. Di sekitar pantai banyak terlihat penginapan bergaya hut gitu, atap jerami. Oh ya, kita turun di desa Jungut Batu, satu-satunya pelabuhan disini.

Jungut Batu
Jungut Batu
Penginapan berjejer di Jungut Batu
Penginapan berjejer di Jungut Batu

Setelah turun, kita disambut segerombolan orang yang menawarkan jasa keliling pulau. Baik itu dengan mobil bak terbuka maupun sepeda motornya. Ok, kita pilih motor. Ditawarin seharga Rp 150 ribu, kita deal harga Rp 80 ribu full-tank. Rata-rata sewa sepeda motornya termasuk bensinnya, karena disini nggak ada pom bensin. Adanya hanya pengecer di pinggir jalan bertuliskan “Petrol” yang katanya jual bensin dengan harga mahal. Saya nggak tau pasti berapa, karena saya nggak isi lagi walaupun sudah keliling pulau, kecuali ke mangrove.

Pertama, tujuan kita ke Mushroom Beach. Kalo kita naik cruise semacam Bali Hai, kita pasti turun disini. Berbekal peta hasil download dari internet (saya kira sudah lengkap), kita cari jalan kesana. Baru sebentar jalan, sudah ketemu tanjakkan. Hadehh… Berhubung bobot kita ga ringan, motornya menggos-menggos 😀

Tapi begitu nyampe diatas bukit, pemandangannya luar biasa. Jungut Batu, tempat kita turun tadi, terhampar di bawah bukit. Wow….

View From The Hill
View From The Hill
Me at The Hill
Me at The Hill
Menuju Nusa Ceningan
Menuju Nusa Ceningan

Meneruskan perjalanan, baru kerasa kalo petanya ga berguna sama sekali (or saya yang ga bisa baca peta??). Belok sana-sini, cari nya Mushroom Beach, eh malah ketemu sama jembatan kuning. Lhoo… ini kan jembatan yang saya liat di internet?? Dan jembatan itu terhubung ke?? Nusa Ceningan! Ya sudah, akhirnya kita nyebrang kesana dulu. Nusa Ceningan adalah pulau yang terletak disebelah Nusa Lembongan. Ukurannya lebih kecil. Dihubungkan dengan jembatan gantung yang hanya bisa dilewati pejalan kaki dan sepeda motor. Disini kita cuma ngikutin jalan aja, banyak penunjuk arah ke beach club yang ada disana. Pindah-pindah, cari spot buat foto. Terakhir kita nyampe di Crystal Bay. Ada café yg juga surfing point, jadi yang mampir kesini ya para surfer. Dari sini kita bisa liat Pulau Lembongan dari deket. Lha disinilah kita melihat yang namanya Dream Beach diseberang pulau. Apa bener itu ya? Kita liat Google Map di hape (which is moreee helpful!), tulisannya sih bener kalo itu Dream Beach. Huaaa….

Crystal Bay, Nusa Ceningan
Crystal Bay, Nusa Ceningan

Tanpa ba-bi-bu lagi kita langsung balik ke Lembongan, lewatin jembatan kuning tadi, pokoknya cari jalan yang ke arah kiri aja, akhirnya ketemu papan bertuliskan “Dream Beach”. Tulisannya kecil hampir ga keliatan. Jadi kudu teliti.

Di dekat pantai ada café dan hotel Dream Beach Hut. Ga jauh dari situ ada papan lain bertuliskan “Devil’s Tears”. Kita belok kesana dulu. Di internet sih, ini bibir pantai berbatu-batu, ada lubang yang menyemburkan air laut yang menghantam karang disitu. Saya mendekat kesana, tapi ngga berani turun ke bawah. Coz ombak disitu lumayan kenceng. Akhirnya kita balik ke Dream Beach.

Devil's Tears
Devil’s Tears

Ada dua jalan masuk disana. Pertama, dr tempat parkir motor, langsung aja turun lewat batu berundak di samping café tadi. Tapi di ujung tangga batu itu, kita harus loncat karena lumayan tinggi dari pasir pantai dibawah. Kedua, lewat café tadi. Saya sih milih cara kedua aja deh.. 😀

Dream Beach dari jalan samping cafe
Dream Beach dari jalan samping cafe
Pooh at Dream Beach
Pooh at Dream Beach
Dream Beach, Nusa Lembongan, Bali
Dream Beach, Nusa Lembongan, Bali

Dream Beach emang top. Masih sepi, pasir putih bersih, lautnya biruuu banget. Saya duduk di tepi pantai yang dinaungi pohon kelapa, alias ngiup, sambil tak lupa makan bekal mie instan yg saya masak pagi tadi 😀 Santai banget disini, hanya ada segelintir bule yang berjemur. Puas main air di pantai, kita naik lagi ke café di atas tadi. Pesen cocktail drink, segeerrrr. Hut nya cocok buat honeymooners yang ingin suasana privat. Harga sewanya USD 75 per malam 😦

Dream Beach Huts
Dream Beach Huts
The Cafe and the drinks
The Cafe and the drinks

Menjelang sore, kita kembali ke Jungut Batu lagi, karena kapal kita balik ke Sanur jam 15.30 WITA. Dlm perjalanan, ketemu deh sama yang namanya Mushroom Beach. Ternyata beda jauh dari harapan saya. Rame, agak kotor. Saya jadi nggak punya hasrat buat foto nie pantai. Tapi dari sini kita bisa lihat pontoon di tengah laut milik Bali Hai cruise. Sedangkan Bali Hai Hut nya ada di pesisirnya.

Mushroom Beach, Lembongan, Bali
Mushroom Beach, jauh dari bayangan saya

Kita hanya turun sebentar, trus langsung ke Jungut Batu.  Masih sempet bersihin badan di counter Rocky disini sampe hampir ketinggalan kapal. Karena kita nunggu di tempat kita turun tadi, sementara kapalnya sandar agak jauh dari counter. So, biar ga keluarin biaya buat nginep disini, kita langsung lari sambil teriak-teriak biar ga tertinggal. Hihihihh..

One word to explain this experience : FUN…

Sebelum pulang ke Surabaya, demi menuntaskan rasa penasaran saya sama Bali, saya mengunjungi satu tempat yang emang belom pernah saya kunjungi. Seminyak. Padahal daerah ini ada di sebelah Kuta. Walaupun suasana jalanannya mirip sama di jl. Legian, tapi pantainya jauh lebih bagus. Lebih ekslusif. Tidak se-crowded Kuta. Nice….

Seminyak Beach, Bali
sunset at Seminyak Beach, Bali
Sunset At Seminyak, Bali
Sunset At Seminyak, Bali
My Pooh, My Boo
My Pooh, My Boo

Besoknya kita packing buat pulang ke Surabaya. Siangnya kita masih sempet belanja oleh-oleh di toko Erlangga 2, Jl. Nusa Kambangan. Malemnya kita baru pulang. Flight terakhir, delay pula. Huhh…

Kesimpulan saya sih, lebih menyenangkan, lebih seru, lebih segalanya kalo kita travelling in backpacker style. Lagipula kan ini masih di negeri sendiri, kita masih mengerti bahasanya. Liburan nggak harus mahal.

Anyway, thanx to Cece yang udah ngijinin kita tidur dirumahnya selama seminggu, dah nganterin kita kemana-mana, antar-jemput kita ke bandara. Ini yang bikin liburan kita ngga mahal 😀

Advertisements